Minggu, 29 April 2012

Cara Uji Kualitas Reagen


Uji kualitas media merupakan satu-satunya upaya dalam penjaminan mutu media atau hasil (output). Jaminan mutu atau kualitas adalah seluruh rangkaian kegiatan laboratorium untuk meyakinkan hasil-hasil yang dikeluarkan dengan mempertimbangkan segi-segi reabilitas, kecepatan, biaya dan relevansinya terhadap klinis serta lingkungan. Sebagai komponen penting dalam pelayanan kesehatan, hasil laboratorium digunakan untuk penetapan diagnosis, pemberian pengobatan, serta penentuan prognosis. Oleh karena itu hasil pemeriksaan laboratorium harus selalu terjamin mutunya.
Masalah kualitas pada bidang kimia klinik agak lebih sederhana dibanding bidang mikrobiologi. Karena kualitas hasil akhir dapat diukur dengan parameter secara obyektif terutama akurasi dan presisi, dimana kedua-duanya dapat dipertanggung jawabkan, serta penilaian berupa angka atau statistik.
Mikrobiologi merupakan suatu cabang ilmu yang kurang kuantitatif sehingga pengertian kualitas hasil akhir lebih ditekankan kepada kesempurnaan teknis. Untuk mencapai, menjaga, melakukan perbaikan berkesinambungan dan meningkatkan kualitas hasil akhir, mutlak perlu dilaksanakan pemantapan mutu (Quality Assurance) yang mencakup komponen: Pemantapan Mutu Internal, Pemantapan Mutu Eksternal, Akreditasi, Audit, Validasi Hasil, Diklat Berkelanjutan.
Pelaksanaan pemantapan mutu bidang mikrobiologi merupakan manajemen pengendalian mutu laboratorium mikrobiologi mencakup: Pengendalian mutu tahap pra analitik, Pengendalian mutu tahap analitik dan Pengendalian mutu tahap pasca analitik. Kualitas pemeriksaan bidang mikrobiologi sangat bergantung kepada kualitas media yang dipakai.
Media kultur dapat disediakan baik dalam bentuk base (dasar) kering secara komersial, dari racikan bahan-bahan baku yang berbeda atau dari media yang siap pakai yang dikemas dalam tabung dan cawan plastik. Walaupun media siap pakai ini masih diperdebatkan penggunaannya, kebanyakan ahli sangat setuju terutama dalam bentuk cairan karena lebih efisien dan ekonomis.
Perusahaan-perusahaan komersial yang ternama itu juga mempunyai program quality control sendiri dan dapat membuat media dengan hasil jauh lebih baik, serta kepekaan yang lebih tinggi dibanding yang dibuat sendiri oleh laboratorium pemakai. Jika biaya tenaga kerja meningkat dan waktu yang dibutuhkan untuk quality control bertambah maka penyediaan media dari ramuan bahan-bahan mentah tidak dianjurkan. Bakteri seperti mahluk hidup lainnya memerlukan nutrisi untuk pertumbuhan. Pengetahuan akan nutrisi pertumbuhan ini akan membantu di dalam mengkultivasi (penanaman), mengisolasi dan mengidentifikasi mikroorganisme.
Mikroorganisme memiliki karakteristik dan ciri-ciri yang berbeda di dalam persyaratan pertumbuhannnya. Ada mikroorganisme yang bisa hidup hanya pada media yang mengandung sulfur dan ada pula yang tidak mampu, dan hal lain seterusnya. Karakteristik persyaratan pertumbuhan mikroorganisme. Bakteri atau mikroorganisme lainnya agar dapat dibiakkan didalam laboratorium memerlukan media yang memungkinkan tumbuh dan berkembang secara optimal. Oleh karena itu media pembiakan harus mengandung cukup nutrien untuk pertumbuhan mikroorganisme, selain suhu dan pH. Meskipun persyaratan nutrien bakteri amat beragam, namun sebagai mahluk hidup, mereka mempunyai kebutuhan dasar yang sama, yaitu meliputi air, karbon, energi, mineral. Untuk itu hasil laboratorium mikrobiologi yang berkualitas tinggi dapat diartikan sebagai suatu laporan yang sangat membantu dalam pencegahan atau penanggulangan penyakit. Tes laboratorium yang dikerjakan dengan sempurna diharapkan akan berkualitas tinggi, jika didukung media dan bahan dasar yang baik pula. Oleh karenanya penulisan panduan ini memiliki sasaran yaitu standar yang baik pada media.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar