Sabtu, 19 Mei 2012

modding android


 Pengertian Modding
Istilah modding sendiri artinya modifikasi. Dimana kita memodifikasi ponsel secara software (perangkat lunak) yang biasa disebut firmware, maupun hardware (perangkat keras) yaitu fisik ponsel itu sendiri.
Modding pada level software relatif lebih aman dibandingkan dengan modding pada level hardware. Sebab jika terjadi masalah / kesalahan pada proses modding, kita bisa dengan mudah mengembalikan kondisi firmware seperti semula (dengan catatan kita sudah melakukan proses backup data), kecuali untuk kasus2 tertentu. Sedangkan untuk modding pada level hardware, jika terjadi kesalahan pada prosesnya, resiko kerusakan ponsel akan lebih besar dan lebih sulit diperbaiki. Jika Anda menggunakan tutorial / panduan dalam melakukan modding, sangat disarankan untuk membaca dengan teliti dan mengikuti instruksi2 dalam tutorial tersebut. Karena satu hal kecil saja yang terlewatkan bisa menentukan berhasil atau tidaknya proses modding.
   Beberapa hal yang dibutuhkan untuk Modding:
1.       Kesadaran penuh bahwa dengan memodifikasi ponsel, Anda sebagai orang yg melakukan modifikasi yang bertanggung jawab penuh atas segala macam resiko yang terjadi bila ada kesalahan dalam prosesnya. Yang antara lain : garansi ponsel menjadi hangus / tidak berlaku lagi, kehilangan data, sebagian fungsi / fitur ponsel mengalami gangguan, bahkan sampai yang paling parah yaitu kerusakan total pada ponsel yang dimodifikasi. Sehingga kesalahan tidak dapat dilimpahkan ke pihak vendor / pembuat ponsel,semua resiko ditanggung sendiri. Pengetahuan yang cukup tentang modding / panduan modding yang benar yang dibuat oleh orang-orang yang sudah berhasil memodifikasi ponselnya, yang hasilnya sesuai dengan yang diharapkan, serta istilah-istilah yang umum digunakan oleh modder ponsel (orang yang melakukan modifikasi), sehingga lebih mudah mengikuti tutorial dan paham proses apa yang sedang dilakukan.
2.      Bahan-bahan dan alat-alat (baik software maupun hardware) untuk praktek modifikasi sesuai dengan jenis modifikasi yang diinginkan. Masing-masing software yang digunakan untuk memodifikasi ponsel memiliki fungsi yang berbeda-beda. Beberapa software bisa digunakan untuk lebih dari 1 jenis modifikasi, lainnya hanya untuk 1 jenis modifikasi saja. Jadi sebaiknya sebelum memulai proses modifikasi, Anda banyak membaca / mencari informasi tentang kegunaan, kelebihan, serta kekurangan masing-masing software untuk modding tersebut.
3.     Keberanian, konsentrasi dan kesabaran tinggi. Keberanian diperlukan untuk melakukan modding, karena untuk Anda yang awam tentang dunia IT, Anda akan berhadapan dengan serangkaian prosedur yang terlihat sangat rumit, dimana Anda akan berhadapan dengan system ponsel yang mungkin belum pernah Anda lihat sebelumnya. Keberanian juga diperlukan untuk menerima resiko jika terjadi kesalahan dalam proses modding (lihat point 1 di atas). Konsentrasi dibutuhkan untuk meminimalisir resiko gagal, dan kesabaran tinggi untuk membaca, mencari tahu, segala macam informasi yang mendukung kesuksesan proses modding yang akan dilakukan. Semakin banyak membaca, akan semakin mudah mempraktekkannya. Jika sudah melakukan semua yang disebutkan di atas tetapi tetap menghadapi kendala / masalah, jangan ragu2 untuk bertanya kepada yang sudah berhasil melakukan modifikasi yang sama seperti yang Anda lakukan pada ponsel Anda.
4.     Hindari rasa panik / takut jika terjadi kesalahan dalam proses modding atau jika hasil yang didapat tidak sesuai dengan yang diinginkan. Periksa dengan teliti semua proses dari awal. Cocokkan dengan tutorial / panduan yang Anda gunakan. Untuk modding software, umumnya Anda tinggal mengulang proses modding dari awal saja. Pastikan jangan sampai terjadi kesalahan lagi.
  Tipe ponsel yang bisa di-modding
Tipe tipe yang banyak dijumpai di pasaran umumnya bisa di-modding. Yang pasti, perhatikan tutorial / panduan yang Anda gunakan dalam memandu proses modding. Jika tidak tercantum tipe ponsel Anda, sebaiknya jangan digunakan. Setiap tutorial pasti akan menyebutkan ponsel tipe apa yang bisa digunakan untuk mengikuti tutorial modding tersebut. Untuk saat ini, untuk ponsel2 Sony Ericsson dengan platform Symbian UIQ (misal: P9xx, M600i, W950i, modding yang bisa dilakukan baru sebatas merubah icon pada desktop dan main menu.
    Peralatan Modding S40
·        JAF =>Software yang gunanya untuk ngeflash, Hack Java permission.dll
·        Ppmod =>software yang berguna untuk modding firmware dan ganti tulisan dll.note: download keduanya dan extrack dlam 1 folder
·        mobiMB => Software untuk baca file system hp
·        Oxycube =>ini juga Software untuk baca system hp
D.    Langkah-angkah  yang harus diperhatikan sebelum modding handphone
·        kenali dulu nomor CID. Nomor CID adalah nomor yang menentukan jenis proteksi ponsel yang digunakan oleh Sony Ericsson.
·        jenis chipset berapa yang digunakan.
·        Tipe sekuriti yang digunakan pun juga harus diperhatikan karena jika kita menggunakan file yang tidak cocok dengan file sekuriti tersebut maka modding tidak bisa akan berhasil seperti yang kita inginkan.
Jika kita ingin melihat nomor CID dan jenis chip yang dipakai kita bisa menggunakan software a2uploder. Software ini banyak digunakan oleh para pakar modding handphone Sony ericsson.
·        melakukan backup data ponsel
·        mencari apa yang ingin kita upgrade firmwarenya. Firmware adalah Software / perangkat lunak yang dibuat oleh vendor (perusahaan pembuat ponsel) untuk mengoperasikan fitur-fitur ponsel, yang terdiri dari beberapa bagian yang lebih kecil.
Bila sebelumnya untuk memodifikasi handphone Sony
Ericsson w910i selalu menggunakan program A2uploader,
namun sekarang modifikasi dapat juga menggunakan aplikasi “jjPatcher” yang ternyata lebih singkat dan sederhana tanpa harus mematikan handphone.Untuk memodifikasi dengan menggunakan “jjPatcher”sebelumnya download terlebih dahulu aplikasinya
alat pathing kemudian ekstrak file hasil download tadi (hasilnya menjadi
Patcher.jar dan bpatch.exe).Langkah selanjutnya:
1.       Instal aplikasi jjPatcher(Patcher.jar)di handphone,kemudian pindahkan aplikasi hasil instal tadi ke phone memory.
2.      Tahap pertama memang masih menggunakan program A2uploader pilih file system dengan mematikan handphone, lalu colokan usb ke pc sambil menekan tombol c  maka akan tampil seperti ini lalu masuk ke folder “TPA/PRESET/ SYSTEM/AMS”.
3.     Di dalam folder /AMS akan nada file
jab3b4ded00cb34b3cc77a6699f87ac10753fa701.b
4.     Copy file tersebut ke PC dengan klik kanan pada folder ams tersebut lalu klik opsi “Read”.
5.      Buka folder ph_out pada PC, lalu buka folder ams di dalam folder ph_out kemudian cari file  
jab3b4ded00cb34b3cc77a6699f87ac10753fa701.b
drag file jab hasil copy tadi ke
“bpatch.exe” (hasil ekstrak file download).
6.     Bila sudah di drag,masukan kembali file jab tadi ke TPA/PRESET/SYSTEM/AMS.Nyalakan handphone,kemudian file-file ***.vkp patch untuk modifikasi :
·        Buat folder baru di memory card di dalam folder ‘’Other”dengan nama patches.
·        Masukan file-file ***.vkp yang di perlukan untuk memodifikasi ke dalam folder patches tersebut.
Kemudian jalankan aplikasi jjPatcher hasil instal tadi untuk mengaktifkan file ***.vkp patchnya. Banyak sekali yang
dapat dimodifikasi dengan menggunakan aplikasi jjPatcher diantaranya : memperpanjang nada pesan masuk, mengaktifkan radio tanpa headset merubah icon menu dan banyak lagi lainnya.File-file ***.vkp patch akan otomatis mati apabila handphone dimatikan ataupun direstart ulang, karena itu file-file tersebut harus  diaktifkan kembali dengan  menjalankan aplikasi jjPatcher setiap habis merestart handphone.Harap diperhatikan bahwa file-file ***. Vkp tersebut harus sesuai dengan firmware dari handphone yang akan dimodif, akan lebih baik bila menginstal
file-file ***.vkp tersebut  satu persatu agar nanti kelihatan bila ada file ***.vkp yang tidak bisa aktif.
 

sensibilitas tes metode kirby-bauer


Sensibilitas Test

Sensibilitas test yaitu penentuan kadar obat terkecil yang dapat menghanbat pertumbuhan bekteri.
Sensibilitas test pada Bakteri bertujuan untuk mengetahui obat yang paling patent/cocok terhadap bakteri penyebab penyakit, terutama bakteri penyebab penyakit kronik, kegunaan lain dari sensibilitas test ini adalah untuk mengetahui resistensi bakteri terhadap berbagai macam antibiotik.
Metode disk-difusi (Kirby-Bauer)
Metode disk-difusi (Kirby-Bauer) lebih cocok untuk pengujian rutin di laboratorium klinis di mana sejumlah besar isolat yang diuji untuk kerentanan terhadap berbagai antibiotik. Sebuah plate agar secara seragam diinokulasi dengan organisme uji dan disk kertas diresapi dengan konsentrasi tetap antibiotik ditempatkan pada permukaan agar-agar. Pertumbuhan organisme dan difusi dimulai antibiotik secara bersamaan menghasilkan zona hambatan melingkar di mana jumlah antibiotik melebihi konsentrasi penghambatan. Diameter zona hambat adalah fungsi dari jumlah obat dalam disk dan kerentanan mikroorganisme. Dari berbagai media yang tersedia, NCCLS merekomendasikan agar-agar Mueller-Hinton karena: itu menghasilkan reproduktifitas batch-to-batch yang baik, melainkan rendah di sulfonamida, trimetoprim, dan inhibitor tetrasiklin, itu menghasilkan pertumbuhan yang memuaskan dari yang paling patogen bakteri, dan sejumlah besar data telah terkumpul mengenai uji kepekaan dilakukan dengan media ini. Jika batch media tidak mendukung pertumbuhan organisme yang memadai, ukuran zona akan lebih besar dan memberikan hasil yang palsu.
  The media agar harus memiliki pH 7,2-7,4 pada suhu kamar. Permukaan harus lembab tetapi tanpa tetesan air. The antibiotic disks harus dijaga di 8 ° C atau lebih rendah atau freeze pada -14 ° C atau di bawah sampai diperlukan, sesuai rekomendasi produsen. Biarkan disk untuk hangat untuk suhu kamar sebelum digunakan. Jangan gunakan disk kadaluarsa.
Untuk standarisasi kepadatan inokulum, standar kekeruhan BaS04 digunakan (0,5 standar McFarland, approx. 10s organisme per mL).
Langkah-langkah metode standar adalah sebagai berikut:
    a. Pilih setidaknya 4 sampai 5 koloni baik terisolasi dari jenis morfologi yang sama dari piring agar. Menyentuh bagian atas setiap koloni dengan loop kawat dan pertumbuhan transfer ke tabung berisi 4 hingga 5 mL medium kaldu yang sesuai, seperti kaldu tryptic-kedelai. Biarkan budaya kaldu untuk menetaskan pada 35 ° C sampai mencapai atau melebihi 0,5 standar kekeruhan McFarland. Untuk uji kepekaan rutin, bagaimanapun, inokulum juga dapat dibuat dengan membuat salin langsung atau penangguhan kaldu dari koloni yang dipilih dari piring agar-agar 18 sampai 24-jam (nutrisi, agar-agar non-selektif seperti agar-agar piring darah harus digunakan).

            Sesuaikan kekeruhan dengan garam steril atau kaldu. Gunakan cahaya yang cukup, dan, untuk membantu dalam perbandingan visual, membaca tabung terhadap latar belakang putih dengan kontras hitam lines.
 Dalam waktu 15 menit setelah menyesuaikan kekeruhan dari suspensi inokulum, celupkan swab tidak beracun steril pada aplikator ke dalam suspensi disesuaikan. Memutar beberapa kali swab, menekan tegas pada dinding bagian dalam tabung di atas tingkat inokulum cairan untuk menghilangkan kelebihan dari swab.
   Menyuntik permukaan kering dari piring Muller-Hintonagar oleh goresan yang swab atas seluruh permukaan agar-agar steril. Ulangi prosedur ini dua kali lagi, dan memutar piring 60 ° setiap kali untuk menjamin pemerataan inokulum. Ganti bagian atas piring dan memungkinkan 3 sampai 5 menit, tetapi tidak lebih dari 15 menit, untuk setiap kelebihan air permukaan untuk diserap sebelum menerapkan disk antibiotik. Harus ada rumput hampir konfluen pertumbuhan bila dilakukan dengan benar. Jika hanya koloni tumbuh terisolasi, inokulum itu terlalu ringan dan pengujian harus diulang. Untuk menghindari ekstrem di kepadatan inokulum, tidak pernah menggunakan kultur murni kaldu semalam untuk melesat plates.
    Tempatkan disk yang sesuai merata (tidak lebih dekat dari 24 mm dari pusat ke pusat) pada permukaan agar-agar pelat baik dengan menggunakan forsep steril atau aparat pengeluaran. Tidak lebih dari 12 disk harus ditempatkan pada satu plat 150 mm atau lebih dari 5 disk di piring 100 mm. Sebuah disk tidak akan dipindahkan setelah telah datang di kontak dengan permukaan agar-agar karena beberapa senyawa berdifusi hampir instantaneously.
      Invert piring dan menempatkannya di dalam inkubator bersuhu 35 ° C dalam waktu 15 menit setelah disk diterapkan. Pelat sebaiknya diinkubasi aerobik (C02 tidak). Setelah inkubasi 16-18 hrs.of, memeriksa setiap piring dan mengukur diameter dari zona hambatan yang lengkap, termasuk diameter disk. Ukur zona ke milimeter terdekat dengan menggunakan penggaris. koloni tumbuh besar dalam zona yang jelas hambatan harus disubkultur, reidentified dan retested.
  Interpretasikan ukuran zona dengan mengacu pada produsen yang diberikan meja standar dan melaporkan organisme yang akan baik rentan, menengah, atau resisten. Jangan bandingkan ukuran zona dua antibiotik yang berbeda dan menilai efektivitas mereka sesuai.

Sabtu, 12 Mei 2012

Pemeriksaan Laju Endap Darah (LED)

Laju Endap Darah (LED) merupakan pemeriksaan yang mengukur kecepatan pengendapan sel darah merah dalam waktu tertentu yang dinyatakan dalam mm/jam. LED menggambarkan komposisi plasma dan perbandingan antara sel darah merah dengan plasma. Pemeriksaan LED merupakan pemeriksaan atas indikasi yang penting untuk uji saring terhadap penyakit infeksi. Salah satu yang dapat mempengaruhi hasil Laju Endap Darah (LED) adalah suhu ruangan, apabila suhu tinggi maka nilai LED meningkat, karena eritrosit mudah mengendap.
Penelitian ini penulis lakukan untuk mengetahui kesesuaian hasil pemeriksaan Laju Endap Darah (LED) metode westergreen modikasi (sediplas) yang dilakukan pada suhu ruangan diantaranya suhu pada kamar dan pada ruang ber-AC
Penelitian dilakukan terhadap 50 sampel darah untuk pemeriksaan LED metode westergreen sediplas pada suhu ruangan 280C ( suhu kamar ) dan suhu ruangan 180C ( ruang ber- AC ).
Setelah dilakukan perhitungan secara statistic dengan uji “t”, didapatkan nilai rata-rata untuk LED metode westergreen sediplas pada suhu ruangan 280C yaitu 17,08 sedangkan pada suhu ruangan 180C ( ruang ber- AC ) didapat nilai rata-rata yaitu 15,22 dan didapat rata-rata selisih -1,86 dengan standar deviasi 8,023 dan nilai “t” statistik -1,639 berdasarkan table paired T-tes diketahui bahwa nilai p-value 0,10 lebih besar dari 0,05 maka terima hipotesis nol, artinya tidak dapat perbedaan rata-rata LED metode westergreen sediplas pada suhu ruangan 280C ( suhu kamar ) dan LED metode westergreen sadiplas pada suhu ruangan 180C ( ruang ber- AC ).

Metode
Metode yang digunakan untuk pemeriksaan LED ada dua, yaitu metode Wintrobe dan Westergreen. Hasil pemeriksaan LED dengan menggunakan kedua metode tersebut sebenarnya tidak seberapa selisihnya jika nilai LED masih dalam batas normal. Tetapi jika nilai LED meningkat, maka hasil pemeriksaan dengan metode Wintrobe kurang menyakinkan. Dengan metode Westergreen bisa didapat nilai yang lebih tinggi, hal itu disebabkan panjang pipet Westergreen yang dua kali panjang pipet Wintrobe. Kenyataan inilah yang menyebabkan para klinisi lebih menyukai metode Westergreen daribada metode Wintrobe. Selain itu, International Commitee for Standardization in Hematology (ICSH) merekomendasikan untuk menggunakan metode Westergreen.
LED berlangsung 3 tahap, tahap ke-1 penyusunan letak eritrosit (rouleaux formation) dimana kecepatan sedimentasi sangat sedikit, tahap ke-2 kecepatan sedimentasi agak cepat, dan tahap ke-3 kecepatan sedimentasi sangat rendah.

prosedur:
Metode Westergreen
  • Untuk melakukan pemeriksaan LED cara Westergreen diperlukan sampel darah citrat 4 : 1 (4 bagian darah vena + 1 bagian natrium sitrat 3,2 % ) atau darah EDTA yang diencerkan dengan NaCl 0.85 % 4 : 1 (4 bagian darah EDTA + 1 bagian NaCl 0.85%). Homogenisasi sampel sebelum diperiksa.
  • Sampel darah yang telah diencerkan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tabung Westergreen sampai tanda/skala 0.
  • Tabung diletakkan pada rak dengan posisi tegak lurus, jauhkan dari getaran maupun sinar matahari langsung.
  • Biarkan tepat 1 jam dan catatlah berapa mm penurunan eritrosit

Selasa, 08 Mei 2012

Reproduksi Bakteri Transformasi Transduksi Konjugasi

 Bakteri dapat melakukan reproduksi dengan dua cara yakni reproduksi secara aseksual dan reproduksi secara seksual. Reproduksi bakteri secara seksual dibagi menjadi tiga jenis yaitu, reproduksi dengan transformasi, reproduksi dengan transduksi, dan reproduksi dengan konjugasi. Berikut uraian lengkap mengenai macam-macam reproduksi bakteri.
A.  Reproduksi aseksual
Pada umumnya bakteri berkembang biak dengan pembelahan biner, artinya pembelahan terjadi secara langsung, dari satu sel membelah menjadi dua sel anakan. Masing-masing sel anakan akan membentuk dua sel anakan lagi, demikian seterusnya. Proses pembelahan biner diawali dengan proses replikasi DNA menjadi dua kopi DNA identik, diikuti pembelahan sitoplasma dan akhirnya terbentuk dinding pemisah di antara kedua sel anak bakteri. Perhatikan gambar skematik pembelahan biner sel bakteri dibawah!
 B. Reproduksi seksual
Bakteri berbeda dengan eukariota dalam hal cara penggabungan DNA yang datang dari dua individu ke dalam satu sel. Pada eukariota, proses seksual secara meiosis dan fertilisasi mengkombinasi DNA dari dua individu ke dalam satu zigot. Akan tetapi, jenis kelamin yang ada pada ekuariota tidak terdapat pada prokariota. Meiosis dan fertilisasi tidak terjadi, sebaliknya ada proses lain yang akan mengumpulkan DNA bakteri yang datang dari individu-individu yang berbeda. Proses-proses ini adalah pembelahan transformasi, transduksi dan konjugasi
.Transformasi
Dalam konteks genetika bakteri, transformasi merupakan perubahan suatu genotipe sel bakteri dengan cara mengambil DNA asing dari lingkungan sekitarnya. Misalnya, pada bakteriStreptococcus pneumoniae yang tidak berbahaya dapat ditransformasi menjadi sel-sel penyebab pneumonia dengan cara mengambil DNA dari medium yang mengandung sel-sel strain patogenik yang mati. Transformasi ini terjadi ketika sel nonpatogenik hidup mengambil potongan DNA yang kebetulan mengandung alel untuk patogenisitas (gen untuk suatu lapisan sel yang melindungi bakteri dari sistem imun inang) alel asing tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kromosom bakteri menggantikan alel aslinya untuk kondisi tanpa pelapis. Proses ini merupakan rekombinasi genetik – perputaran segmen DNA dengan cara pindah silang (crossing over). Sel yang ditransformasi ini sekarang memiliki satu kromosom yang mengandung DNA, yang berasal dari dua sel yang berbeda.
Transduksi
Pada proses transfer DNA yang disebut transduksi, faga membawa gen bakteri dari satu sel inang ke sel inang lainnya. Ada dua bentuk transduksi yaitu transduksi umum dan transduksi khusus. Keduanya dihasilkan dari penyimpangan pada siklus reproduktif faga. Diakhir siklus litik faga, molekul asam nukleat virus dibungkus di dalam kapsid, dan faga lengkapnya dilepaskan ketika sel inang lisis. Kadangkala sebagian kecil dari DNA sel inang yang terdegradasi menggantikan genom faga. Virus seperti ini cacat karena tidak memiliki materi genetik sendiri. Walaupun demikian, setelah pelepasannya dari inang yang lisis, faga dapat menempel pada bakteri lain dan menginjeksikan bagian DNA bakteri yang didapatkan dari sel pertama. Beberapa DNA ini kemudian dapat menggantikan daerah homolog dari kromosom sel kedua. Kromosom sel ini sekarang memiliki kombinasi DNA yang berasal dari dua sel sehingga rekombinasi genetik telah terjadi. Jenis transduksi ini disebut dengan transduksi umum karena gen-gen bakteri ditransfer secara acak. untuk menempel pada resipien (penerima) DNA dan disebut sebagai “betina”. Kemudian sebuah jembatan sitoplasmik sementara akan terbentuk diantara kedua sel tersebut, menyediakan jalan untuk transfer
Konjugasi dan Plasmid
Konjugasi merupakan transfer langsung materi genetik antara dua sel bakteri yang berhubungan sementara. Proses ini, telah diteliti secara tuntas pada E. Coli. Transfer DNA adalah transfer satu arah, yaitu satu sel mendonasi (menyumbang) DNA, dan “pasangannya” menerima gen. Donor DNA, disebut sebagai “jantan”, menggunakan alat yang disebutpiliseks untuk menempel pada resipien (penerima) DNA dan disebut sebagai “betina”. Kemudian sebuah jembatan sitoplasmik sementara akan terbentuk diantara kedua sel tersebut,

Senin, 07 Mei 2012

PEMERIKSAAN TRANSUDAT DAN EKSUDAT


PEMERIKSAAN MAKROSKOPIS
1.      Jumlah
Ukurlah dan catatlah volume yang didapat dengan pungsi. jika semua cairan dikeluarkan jumlah itu memberi petunjuk tentang luasnya kelainan.
2.      Warna
Mungkin sangat berbeda-beda. Agak kuning, kuning bercampur hijau, merah jambu, merah, putih serupa susu, dll. Bilirubin memberi warna kuning kepada transudat. darah menjadikannya merah atau coklat, pus memberi warna putih-kuning, chylus putih serupa susu, B.pyocyaneus biru-hijau. Warna transudat biasanya kekuning-kuningan, sedangkan eksudat dapat berbeda-beda warnanya dari putih melalui kuning sampai merah darah sesuai dengan causa peradangan dan beratnya radang. Warna eksudat oleh proses radang ringan tidak banyak berbeda dari warna transudat.  
3.      Kejernihan
Inipun mungkin sangat berbeda-beda dari jernih, agak keruh sampai sangat keruh. Transudat murni kelihatan jernih, sedangkan eksudat biasanya ada kekeruhan. Jika mungkin, kekeruhan yang menunjuk kepada sifat eksudat itu dijelaskan lebih lanjut sebagai umpamanya serofibrineus, seropurulent, serosanguineus, hemoragik, fibrineus, dll.


Kekeruhan pada transudat eksudat terutama disebabkan oleh
·         Leukosit : Kekeruhan yang sangat ringan sampai dengan seperti bubur.
·         Erytrocyt : Kekeruhan berwarna kemerah-merahan
Adanya kekeruhan pada transudat eksudat dinyatakan dengan:
·         Serous                                    
·         Seropurulent
·         Serosanguinis
·         Putrid
·         Purulent
·         Serofibrinous
4.      Bau
Biasanya baik transudat maupun eksudat tidak mempunyai bau bermakna, kecuali kalau terjadi pembusukan protein. Infeksi dengan kuman anaerob dan oleh E.coli mungkin menimbulkan bau busuk, demikian adanya bau mengarah ke eksudat.
5.      Berat Jenis
Harus segera ditentukan sebelum kemungkinan terjadinya bekuuan. Penetapan ini penting untuk menentukan jenis cairan. Kalau jumlah cairan yang tersedia cukup, penetapan dapat dilakukan dengan urinometer, kalau hanya sedikt sebaiknay memakai refraktometer. Seperti sudah diterangkan, nilai berat jenis dapat ikut memberi petunjuk apakah cairan mempunyai ciri-ciri transudat atau eksudat.
6.      Bekuan
Perhatikan terjadinya bekuan, dan terangkan sifatnya (renggang, berkeping, berbutir,  sangat halus, dll). Bekuan itu tersusun dari fibrin dan hanya didapat pada eksudat. Kalau dikira cairan yang dipungsi barsifat eksudat, campurlah sebagian dari cairan itu dengan anticoagulant supaya tetap cair dan dapat dipakai untuk pemeriksaan lain-lain.
Bekuan yang terjadi sangat lambat pada transudat karena kadar fibrinogen yang rendah disebut FIBRINOUS SWAB / PELICLE.